DEMO

Kehamilan Risiko Tinggi: Tanda-tanda yang Harus Ibu Waspadai

15 February 2026 Tim Medis FAIMA

Apa Itu Kehamilan Risiko Tinggi?

Kehamilan risiko tinggi adalah kehamilan yang memiliki kemungkinan lebih besar mengalami komplikasi dibandingkan kehamilan normal. Komplikasi ini dapat berdampak pada kesehatan ibu, janin, atau keduanya.

Dengan pemantauan yang tepat dari dokter spesialis fetomaternal, sebagian besar kasus kehamilan risiko tinggi dapat dikelola dengan baik sehingga ibu dan bayi tetap dalam kondisi sehat.

Faktor Risiko yang Perlu Diwaspadai

Faktor dari Ibu

  • Usia ibu di bawah 17 tahun atau di atas 35 tahun
  • Diabetes mellitus (diabetes gestasional atau diabetes pre-existing)
  • Hipertensi kronis atau preeklampsia
  • Penyakit autoimun seperti lupus eritematosus sistemik
  • Infeksi TORCH (Toxoplasma, Rubella, CMV, Herpes)
  • Obesitas dengan IMT ≥ 30
  • Riwayat keguguran berulang (≥ 2 kali)

Faktor dari Kehamilan

  • Kehamilan kembar (twin, triplet)
  • Janin dengan kelainan kromosom atau struktural
  • Plasenta previa atau solusio plasenta
  • Pertumbuhan janin terhambat (PJT)
  • Cairan ketuban berlebih (polihidramnion) atau kurang (oligohidramnion)

Pemantauan yang Diperlukan

Ibu dengan kehamilan risiko tinggi umumnya memerlukan:

  1. Kunjungan prenatal lebih sering (sesuai rekomendasi dokter)
  2. USG fetomaternal serial untuk memantau pertumbuhan dan kesejahteraan janin
  3. Pemeriksaan laboratorium berkala
  4. Konsultasi multidisiplin bila diperlukan

Jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter spesialis fetomaternal di FAIMA MFM jika Anda memiliki salah satu faktor risiko di atas.